4 Pakaian Adat Jawa Barat : Kebaya sunda, Baju Pangsi, Mojang ternyata maknanya.

Baju Adat Jawa Barat

Pakaian Adat Jawa Barat - Budaya Jawa Barat sangat dipengaruhi oleh budaya Sunda, yang merupakan suku mayoritas yang mendiami wilayah ini. 

Dalam hal pakaian adat, tidak dapat dipungkiri bahwa pakaian adat Jawa Barat memiliki banyak unsur yang berasal dari pakaian adat Sunda. Ini mencerminkan kekayaan budaya yang telah diteruskan dari generasi ke generasi. 

Maka dari itu, sudah seharusnya kita mengenal beberapa pakian adat jawa barat untuk menambah ilmu atau pengetahuan tentang daerah jawa barat dari segi pakaiannya. Beberapa pakaian adat yang populer, antara lain : 

5 Pakaian Adat Jawa Barat Populer 

Seperti halnya pakaian adat di wilayah-wilayah lain, pakaian adat yang berasal dari Jawa Barat juga memancarkan keunikan tersendiri. 

Keunikan ini tidak hanya terlihat dalam aspek desain dan warna pakaian, tetapi juga mencerminkan karakter, pola hidup, dan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat. Berikut beberapa diantaranya : 

1. Kebaya Sunda

Baju Adat Jawa Barat

Kebaya, sebagai pakaian atasan tradisional, memegang peran yang sangat penting dalam beragam budaya di Indonesia. Ini tidak hanya terbatas pada Jawa Barat. 

Tetapi juga ditemukan di banyak wilayah lain di Indonesia, termasuk Jawa Timur dan Jawa Tengah. Masing-masing wilayah memiliki kebaya khasnya sendiri dengan ciri khas yang unik.

Di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kebaya juga merupakan pilihan populer sebagai pakaian atasan wanita. Kebaya yang digunakan di wilayah ini memiliki desain yang khas, dengan kerah berbentuk huruf V (V-neck). 

Namun, kebaya Sunda, yang berasal dari Jawa Barat, memiliki ciri khas berbeda dengan kerah berbentuk huruf U (U-neck), menciptakan penampilan yang khas dan membedakannya dari kebaya dari wilayah lain.

Selain perbedaan dalam desain kerah, panjang kebaya juga dapat menjadi karakteristik yang membedakan. 
Kebaya Jawa umumnya panjangnya hingga menutupi pinggul, sementara kebaya Sunda sering kali lebih panjang, kadang-kadang menutupi pinggul dan paha, atau bahkan lebih panjang lagi. 

Ini mencerminkan variasi dalam gaya dan preferensi di antara masyarakat setempat. Warna-warna yang digunakan dalam kebaya Sunda juga mencerminkan karakteristiknya. 

Biasanya, kebaya Sunda menampilkan warna-warna cerah seperti merah, marun, ungu muda, dan putih. Kebaya ini sering digunakan oleh wanita Sunda dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari rakyat biasa hingga kalangan menengah.

Selain kebaya, bawahan juga merupakan elemen penting dalam busana tradisional wanita Sunda. Biasanya, bawahan berupa kain jarik yang dililitkan dengan gaya khas. 

Selain itu, para wanita Sunda juga senang menghiasi diri dengan perhiasan dan aksesoris, seperti kalung, anting, giwang, tusuk konde, cincin, dan gelang. 

Semua ini menciptakan penampilan yang indah dan berkilau, sekaligus menunjukkan rasa bangga akan warisan budaya dan tradisi yang kaya di Jawa Barat.

2. Baju Pangsi

Baju Adat Jawa Barat

Pakaian adat Suku Betawi, yang dikenal sebagai baju Pangsi, memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri. Baju Pangsi ini juga merupakan bagian penting dari warisan budaya di Indonesia. 

Dalam kultur Betawi, baju Pangsi hadir dalam berbagai jenis warna, seperti hitam, putih, hijau, dan merah, yang memberikan pilihan kepada individu untuk memilih yang sesuai dengan selera mereka.

Namun, ketika kita melihat pakaian adat dari Suku Sunda, baju Pangsi cenderung memiliki satu warna yang khas, yaitu hitam. Ini menciptakan kekhasan dalam tampilan dan pemakaian pakaian tradisional Sunda. 

Baju Pangsi di Sunda umumnya dikenakan oleh masyarakat biasa, dan desainnya cenderung simpel, mencerminkan kesederhanaan. Pakaian ini memiliki akar dalam sejarah para petani dan buruh, yang dulu sering mengenakannya. 

Namun, saat ini, siapa saja, termasuk kalangan menengah ke atas, dapat dengan bebas mengenakan pakaian ini, seringkali dengan model jahitan dan bahan yang lebih berkualitas.

Baju Pangsi Sunda biasanya terdiri dari Salontreng sebagai baju atasan, yang dipadankan dengan celana Pangsi berwarna hitam untuk menciptakan keserasian. 

Celana Pangsi ini memiliki model komprang yang memberikan kenyamanan dan kebebasan bergerak, dan panjangnya tidak melebihi mata kaki.

Untuk menjaga agar celana Pangsi tetap tertutup dengan kuat, para pria Sunda menggunakan ikat pinggang yang sering terbuat dari kulit atau kain yang diikatkan di pinggang mereka. 

Terkadang, sarung poleng juga digunakan dan diselampirkan secara menyilang dari bahu ke pinggang pria, memberikan sentuhan khas pada penampilan mereka.

3. Mojang Jajaka

Baju Adat Jawa Barat

Pakaian adat Jawa Barat untuk pemuda yang belum menikah, disebut Jajaka, dan wanita yang belum menikah, disebut Mojang, memiliki ciri khas tersendiri dan sering digunakan dalam acara resmi.

Pakaian Jajaka meliputi jas tertutup atau beskap polos dengan kerah pendek, sering dalam warna hitam, biru, putih, atau lainnya. 

Celana panjangnya senada dengan beskap dan dilapisi kain jarik batik yang dililitkan di pinggang. Alas kaki yang digunakan adalah sepatu pantofel atau selop, seringkali dengan kaos kaki. Pada kepala, mereka memakai bendo.

Pakaian Mojang terdiri dari kebaya, seringkali polos, dengan pilihan warna yang bervariasi, seperti hitam, biru, atau putih, yang serasi dengan pakaian Jajaka. 

Bawahan Mojang berupa kain kebat bermotif batik yang dililitkan di pinggang, diikat dengan beubeur. Mereka juga mengenakan selop atau sepatu serasi dengan kebaya.

Aksesoris seperti cincin, gelang, peniti rantai, bros, sanggul, dan hiasan lainnya melengkapi penampilan, dengan warna hijab disesuaikan dengan warna kebaya bagi yang memakai hijab.

4. Pakaian Pengantin

Baju Adat Jawa Barat

Pakaian adat pengantin Jawa Barat sering terinspirasi oleh tradisi Sunda dan kerajaan Sunda pada masa lalu. Meskipun banyak pakaian pengantin saat ini telah mengalami modifikasi modern, upaya tetap dilakukan untuk mempertahankan nuansa tradisional.

Pakaian pengantin pria biasanya terdiri dari Jas Buka Prangwedana yang melambangkan kewibawaan dan kejantanan. Warna jas ini sering disesuaikan dengan kebaya pengantin wanita untuk menciptakan keserasian.

Selain itu, mereka mengenakan kain batik yang dililitkan di pinggang dan panjangnya hingga mata kaki. Aksesori penting bagi mempelai pria meliputi bendo (penutup kepala) yang dihiasi dengan batu permata, keris, dan sarung (boro sarangka).

Pakaian pengantin wanita Jawa Barat lebih kompleks. Atasan biasanya berupa kebaya pengantin dari bahan brokat dengan warna cerah seperti putih, krem, kuning, dan biru muda. 

Bawahan berupa kain batik yang dililitkan di pinggul dan panjangnya mencapai bawah kaki. Kain batik ini memiliki dua motif pilihan, yaitu sido mukti dan lereng eneng prada, yang masing-masing melambangkan harapan untuk kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga.

Selain atasan dan bawahan, mempelai wanita mengenakan kelat bahu di kedua lengan, cincin permata, kalung, gelang, dan mahkota Siger yang merupakan lambang tingginya rasa hormat, kearifan, dan kebijaksanaan dalam pernikahan. 

Pada pernikahan adat Jawa Barat, ada empat jenis riasan pengantin yang disesuaikan dengan tempat penyelenggaraan pernikahan. Berikut diantarnaya : 

  1. Sunda Putri : Tatanan rambut dalam model Puspasari, dengan rambut pengantin digulung melingkar tanpa bantuan sanggul tempel. Hiasan rambut meliputi untaian bunga melati yang menjuntai dari rambut hingga dada, tiara, ceduk mantul, dan kembang goyang.

  2. Sunda Siger : Memakai mahkota siger di kepala wanita, menciptakan kesan seorang ratu.

  3. Sukapura : Riasan ini sering digunakan oleh pengantin yang pernikahannya diselenggarakan di Tasikmalaya. Tatanan rambut menggunakan sanggul Priangan, dengan godek mempelai diarahkan ke dalam, tidak melingkar ke luar.

  4. Santana Inden Kedaton : Ini adalah replika pakaian kerajaan Galuh pada masa lalu. Pada mempelai wanita, Siger Ratu Haur Kuning digunakan, sering kali dihiasi dengan ronce melati yang menjuntai hingga pinggang. 
Jadi, sudah tahu apa saja baju adat khas jawa barat? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Atap Rumah

Mencari Decking Kayu Serta Harga Terbaik di Indonesia?

Jenis Kayu Termahal hingga berjuta-juta Ternyata ini Kualitasnya